Rabu, 28 Maret 2012

Pupuk BIOBOOST | untuk pertanian dan perkebunan | cocok untuk semua tanaman

K-LINK Bioboost merupakan pupuk hayati yang mengandung mikroorganisme tanah yang unggul, bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan tanah sebagai hasil proses biokimia tanah. Kombinasi penggunaan K-LINK Bioboost dengan pupuk kimia, pupuk kandang atau kompos akan sangat baik untuk meningkatkan produktivitas lahan sehingga hasil pertanian akan meningkat baik mutu maupun jumlah hasil panennya.
 
Komposisi K-LINK Bioboost

1.      Azotobacter sp 2,5 x 108 – 105 cfµ/ml
2.      Azospirillum sp 3 x 107 – 105 cfµ/ml
3.      Bacillus sp 3,5 x 107 – 105 cfµ/ml
4.      Pseudomonas sp 7 x 105 – 104 cfµ/ml
5.      Cytophaga sp 1,5 x 104 – 103 cfµ/ml



Keunggulan dan Manfaat K-LINK Bioboost

  1. Bentuk cair sehingga mudah dan cepat diserap oleh tanah
  2. Mengandung bakteri unggul hasil proses isolasi dan pembiakan murni, tidak mengandung bahan yang bersifat najis seperti kotoran hewan dan tidak mengandung bakteri patogen yang berbahaya (E.Coli & Salmonella) sehingga aman bagi pelaksanaan pada lahan.
  3. Meningkatkan proses biokimia tanah sehingga menyediakan unsur Nitrogen (N) unsur P(Phosfor) dn K(Kalium) yang cukup dan mudah diserap oleh tanaman
  4. Hasil biokimia dari bakteri dalam tanah menghasilkan hormon pertumbuhan alami Gibrelin, sitokinin (Kiretin & Zeatin), serta Auksi (AA
  5. Menghemat penggunaan pupuk kimia 50 s/d 60%
  6. Memperbaiki struktur tanah sehingga lebih subur dengan menguraikan residu pestisida di dalam tanah
  7.  Mempercepat pertumbuhan sehingga panen lebih cepat
  8. Meningkatkan kapasitas penyerapan tanah terhadap udara dan air
  9. Meningkatkan hasil panen hingga 20%-50% dari kondisi awal
  10. Dapat digunakan untuk semua jenis tanaman baik pertanian, perkebunan dan kehutanan dan berbagai jenis lahan dan ramah lingkungan.
PERHATIAN PENTING
  1. Aplikasi penggunaan pupuk K-LINK Bioboost tidak boleh dicampurkan sekaligus dengan pupuk kimia atau pestisida
  2. Lakukan pemupukan K-LINK Bioboost lebih dulu 3 s/d 5hari sebelum pemupukan kimia
  3. Pupuk K-LINK Bioboost yang sudah dibuka kemasannya masih bisa di simpan dan digunakan lagi selama belum tercampur dengan air
Cara Penggunaan K-LINK Bioboost
1. Tanaman Padi
Dosis pemupukan : 6 liter/ Ha/ musim tanah
Cara penggunaan :
Encerkan1 liter pupuk K-LINK Bioboost dengan 25 s/d 50 liter air, aduk sampai rata diamkan beberapa saat sebelum digunakan. Aplikasikan 2 liter/Ha larutan K-LINK Bioboost perbulan pada lahan pertanian

 
2. Tanaman semusim (usia pendek) seperti Jagung, tomat, cabai sayuran dan lain-lain
Dosis pemupukan : 4 s/d 5 liter per Ha.
Cara penggunaan : encerkan 1 liter pupuk K-LINK Bioboost dengan 50 s/d 100 liter air
Aplikasikan 2 liter/ha larutan K-LINK Bioboost pada bulan pertama, dan
Pemupukan berikutnya berikan dengan dosis 1 s/d 2 liter / Ha per bulan.

3.Tanaman tahunan seperti Karet, Sawit, Jeruk, Mangga, Kopi, Coklat, pepaya dan lain-lain.
Dosis pemupukan : Dosis pemupukan tergantung jumlah tanaman perhektar.
Cara penggunaan : Encerkan 1 liter pupuk K-LINK Bioboost dengan 50 sd 100 liter air, berikan 1liter pengenceran/pohon, periode pemupukan 2 s/d 3 bulan sekali.

Kemasan :
1 botol isi 1 liter Bioboost
Harga : Rp. 98.000 (belum termasuk ongkos kirim)

Untuk Pemesanan Hubungi :
IWAN FAUSI
Kode Distributor : IDJRANA00474
KP. Peleyan Utara RT. 02/06 Desa Peleyan Kec. Kapongan Kab. Situbondo
HP : 085 331 550 130

Minggu, 25 Maret 2012

Pemerintah Pastikan 2011 Open Source di Semua Kantor Pemerintah


 
                                                      Pemerintah Wajib Gunakan Linux
Departeman Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) bersama dengan Kementerian Negara Ristek dan Teknologi (KNRT) telah memastikan bahwa tidak ada pengunduran waktu tentang kewajiban untuk menggunakan software legal berbasis open source di seluruh instansi pemerintah di seluruh Indonesia. Hal ini telah sesuai dengan edaran Peraturan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara Nomor 1/2009 yang mewajibkan bahwa seluruh instansi pemerintah dari pusat hingga ke daerah harus bermigrasi untuk menggunakan sistem terbuka ini. Dalam peraturan tersebut, seluruh perpindahan akan terealisasi semuanya pada Desember 2011.
“Secara bertahap kita akan meminta semua instansi pemerintah untuk menggunakan open source software. Kami yakin implementasi ini akan terealisasi sesuai rencana, pada Desember 2011 nanti,” jelas Tifatul usai membuka Global Conference Open Source (GCOS), di Hotel Shangri-La, Jakarta.


Menurut Tifatul, ‘memaksa’ lingkungan departemen hingga pemerintah daerah dalam menggunakan open source ini tidak mudah seperti membalikkan kedua telapak tangan. Namun, pria asal Bukit Tinggi ini menyakini, secara bertahap migrasi ini akan selesai seluruhnya pada 2011. Apalagi dia menilai, sumber daya manusia Indonesia telah mampu bersaing dengan negara luar. “Saat ini saya belum mendapatkan laporan mengenai berapa jumlah departemen dan pemerintah daerah yang sudah memakai open source. Ada beberapa departemen yang sudah mengadopsi sistem operasi ini, seperti KNRT, Depkominfo, Depkum HAM, dan Kementerian Aparatur Negara,” tambahnya.
Sementara itu, menurut Direktur Direktorat General of ICT Applications Depkominfo Lolly Amalia Abdulah, sudah ada sekitar 100 lebih pemerintah daerah yang mengajukan permohonan untuk menggunakan open source. Akan tetapi, Lolly tidak mengetahui berapa jumlah pastinya.
“Bersama KNRT kita mengadakan pelatihan SDM-nya. Untuk saat ini kita bantu dulu mengoperasikan software untuk perkantoran, karena memang itu yang lebih banyak digunakan,” jelasnya. Kendati waktunya mendesak, dia sangat optimistis pada 2011 pengaplikasian open source di seluruh jajaran instansi dapat terwujud. Walaupu terkadang, ada beberapa pemda yang enggan berpindah, karena sudah merasa nyaman menggunakan software berlisensi.
Sumber : (http://warih.web.id/pemerintah-pastikan-2011-open-source-di-semua-kantor-pemerintah/)